Search

Follow Us @soratemplates

Sabtu, 09 Februari 2019

YUK JADI BLOGGER, BERSAMA BLOGGER JEMBER SUEGER

17.32 4 Comments

 Assalamaualaikum teman-teman, pernahkah kalian mendengar kata blogger? atau ada yang bercita-cita ingin menjadi blogger? atau justru diantara kalian ada yang sudah berprofesi sebagai blogger? Tak apa disini saya akan sedikit sharing pengalaman saya menjadi seorang newbie blogger (hehe).

Untuk menjadi seorang blogger syarat utamanya satu yaitu bisa menulis. Tetapi ternyata syarat utama bisa menulis saja itu tidak cukup, masih ada printilan syarat-syarat lainnya yang harus kita kuasai jika ingin menjadi blogger yang baik dan berkualitas, beberapa syarat lain itu diantaranya kita harus bisa desain dan juga fotografi agar blog yang kita miliki lebih menarik dan enak dibaca oleh pembaca.


Sedikit cerita, awal tahun lalu tepatnya di bulan Januari saya mendaftarkan diri untuk mengikuti pelatihan blogging (blogging class) GRATIS yang diadakan oleh Blogger Jember Sueger (BJS). BJS ini merupakan komunitas blogger aktif di Jember yang memiliki visi sharing knowledge, informasi, dan semangat untuk menjadi pro blogger (untuk lebih lengkapnya tentang BJS bisa dibaca disini). Awalnya sempat ragu mau daftar (takut gak lolos karena kuotanya terbatas untu 10 orang saja dan takut tidak bisa mengikuti pas hari H nya), tetapi akhirnya di detik-detik akhir hari penutupan pendaftaran saya memutuskan untuk mendaftar, karena saya pikir lumayan lah ilmu GRATIS (yang penting daftar dulu aja, lolos tidaknya saya pasrah), dan Alhamdulillah nya tanpa disangka-sangka saya justru lolos menjadi salah satu dari 10 orang beruntung yang dapat mengikuti pelatihan blogging gratis itu (Alhamdulillah juga, jadi bisa belajar banyak tentang blog dan bisa latihan mengelola blog yang sudah lama tak tersentuh ini hehe).

Apa saja yang dipelajari dari Pelatihan blogging itu??
Banyak, ada tentang pengenalan blogging, menentukan niche, desain blog dan layout, personal branding, menulis konten kreatif, SEO, photography, monetize, dan cara merawat blog. Banyak kan yaa, tapi untungnya gak dipelajari cuma dalam satu hari saja kok, jadi dibagi menjadi menjadi 3 kelas yang dilaksanakan seminggu sekali tiap hari sabtu. Sampai detik ini saya sudah mengikuti 2 kelas (yaitu tentang pengenalan blog, menentukan niche, desain blog dan layout, personal branding, dan photography) dan tanggal 9 Februari 2019 adalah kelas terakhir kami (yang akan mempelajari tentang menulis konten kreatif, SEO, monetize, dan cara merawat blog).

Lalu apa saja yang telah saya dapatkan?
Kelas pertama (26 Januari 2019), diawali dengan pengenalan dunia blogging oleh kak Prita HW, disana kami dikenalkan perbedaan mengenai portal, website, dan blog. Awalnya saya pikir sama saja, toh sama-sama media online, tetapi ternyata berbeda lho teman-teman, kalau portal itu jangkauannya sangat luas dan memungkinkan interaksi dengan pembaca seperti kumparan.id, tirto.id, dll. Website itu lebih kecil dari portal tetapi lebih besar dari blog, misal website pendidikan yang dikelola oleh sekolah, dsb. Sedangkan blog itu adalah media online yang paling kecil diantara portal dan website, karena biasanya dikelola oleh perseorangan dan bahasanya lebih sederhana dan keseharian masyarakat pada umumnya.

Selanjutnya kita diajari bagaimana menentukan niche. Jadi, niche itu adalah isi konten dari blog kita misal ingin lifestyle blog, travelling blog atau technology blog, maunya itu blog kita seperti apa (dalam hal ini kita disuruh untuk menentukan minimal 3 kategori yang kita sukai atau minimal tertarik untuk dijadikan isi konten tetap kita, agar blog yang kita miliki lebih terarah dan jelas, serta memudahkan pembaca yang singgah di blog kita).

Materi selanjutnya adalah desain blog dan layout yang disampaikan oleh kak Vindy, dalam hal ini kita dijelaskan bagaimana sih caranya mendesain blog agar pembaca tidak hanya sekedar membaca, tetapi dapat membaca dengan tertarik dan nyaman. Jawabannya adalah desain blog kita harus menarik, pas, dan gak alay (yaitu dengan memberikan gambar yang jelas, menaruh informasi penting di bagian atas, mengelompokkan menu, jangan terlalu banyak iklan, font standar, dan jangan beri lagu/video yang auto play karena tidak semua pembaca seleranya sama dengan kita). Selain itu, kita diajari juga bagaiman cara mendownload template gratis (bisa di soratemplates.com atau goyabitemplates.com), cara mengedit tema, mengedit tata letak, dan mengganti font) yang semuanya itu demi memanjakan pembaca agar betah di blog kita.

Pelatihan blogging minggu pertama
Kelas kedua (2 Februari 2019), masih seputar memanjakan pembaca blog kita, dalam hal ini bukan melalui tulisan melainkan dalam hal foto-foto yang kita tempatkan sebagai penunjang tulisan yang kita buat. Tahu gak sih temen-temen ternyata foto itu sangat penting lho untuk menarik pembaca agar mau membaca tulisan kita, masak sih?? gak percaya, coba deh misal kalian disuruh milih membaca buku yang full tulisan saja atau pilih membaca buku yang ada gambarnya (kalau saya sih mending yang bergambar ya, soalnya gampang bosan kalau tanpa gambar kecuali kalau memang isi tulisan itu benar-benar penting dan sangat menarik). Jadi intinya foto itu memiliki magnet tersendiri dalam menarik pembaca, jadi usahakan foto-foto yang kita tempatkan dalam tulisan blog kita pas dan mendukung apa yang kita tulis.

Teruss, bagaimana sih caranya menghasilkan foto yang bagus?? Menurut kak Nana, foto yang bagus adalah foto dengan komposisi yang pas yaitu menata semua elemen-elemen foto, baik itu garis, bentuk, warna dan terang gelap sehingga menghasilan foto yang memiliki visual impact seperti menyampaikan sebuah pesan. Bingung ya?? singkatnya begini, untuk menghasilkan foto yang bagus objek yang kita foto harus ada di sepertiga bagian bidang foto, kemudian sudut pemotretan disesuaikan dengan objek (misal orang bertubuh pendek tidak boleh difoto dari atas atau sejajar kamera, melainkan kamera harus diarahkan sedikit kebawah agar terlihat lebih tinggi), format foto bisa portrait atau landsape sesuai kebutuhan, dan sesuaikan dimensi dengan mengatur jaraknya misal foto makanan dalam piring akan kelihatan lebih banyak dan bagus dengan cara men-zoom kamera sedikit baru memotretnya), dan yang terakhir sering-seringlah berlatih karena itu kunci yang paling utama menghasilkan foto yang berkualitas.

Materi berikutnya adalah mengenai personal branding yang dijelaskan oleh kak Prita HW. Apa sih personal branding itu?? Personal branding dapat diartikan sebagai citra diri, mau dikenal sebagai apa, mau dikenal sebagai siapa diri kita oleh seseorang, oleh pembaca. Seringkali kita malu atau sungkan menunjukkan prestasi atau pencapaian kita pada umum takut dibilang sombong atau pamer, tetapi sebenarnya bukan itu, justru itu adalah salah satu cara kita mem-branding diri kita. Menurut kak Prita salah satu kunci utama mem-branding diri adalah jangan jadi pemalu. Kalau kita pemalu bagaimana karya kita akan dikenal orang, mau nulis malu, mau menggambar malu, mau berbciara malu, ya tidak akan pernah bisa dikenal (salah satu quotes beliau yang super menohok adalah “kalau tidak mau dikenal orang ya jangan berkarya”). Intinya kalau mau berkarya ya harus siap dikenal orang, begitu pula blog, seseorang dengan branding diri yang kuat akan lebih cepat berhasil dalam dunia blogging, dibandingkan dengan orang dengan personal branding lemah. Jadi branding diri itu penting dan sangat penting agar kita tidak hanya jadi blogger biasa-biasa saja tetapi bisa jadi blogger yang luar biasa, yang dapat menginspirasi baik online maupun offline (saya kini masih tahap belajar mem-branding diri, Bismillah).
Pelatihan blogging minggu kedua
Nahh.. seruu dan menarik sekali kan teman-teman isi dari pelatihan blogging (blogging class) oleh Blogger Jember Sueger, nantikan cerita saya berikutnya yaa.. semoga yang sedikit ini dapat menginspirasi banyak, semoga makin banyak anak muda yang tertarik menjadi blogger, karena berbagi itu tak harus mahal, menulis adalah bagian dari berbagi, dan itu sangat sederhana. Terimakasih, wassalamu’alaikum..




Selasa, 05 Februari 2019

MENULIS ASIK PART 1: TIPS MENULIS BAGI PEMULA

23.17 3 Comments

Haloo.. Assalamu’alaikum teman-teman semua, apa kabar?? semoga selalu dilindungi dan diberi kesehatan oleh Allah yaa, aamiin. Semoga juga masih semangat untuk selalu membaca dan menulis dalam rangka menambah ilmu pengetahuan. Tulisan saya kali ini akan membahas mengenai hasil sharing session yang diadakan oleh The Jannah Institute (TJI), mengenai Tips Menulis Bagi Pemula, dengan pemateri kak Miyosi Ariefiansyah.
Yang penasaran dengan apa itu The Jannah Institute (TJI), silahkan baca disini.

Sebelum saya jelaskan mengenai apa saja ilmu yang telah saya dapatkan dari hasil sharing session tersebut, terlebih dulu saya akan jelaskan mengenai  profil singkat dari kak Miyosi Ariefiansyah.

Kak Miyosi Ariefiansyah adalah seorang istri dan ibu yang berprofesi sebagai penulis lepas serta pemilik blog (https://www.miyosiariefiansyah.com/). Beliau mulai serius dengan dunia tulis-menulis sejak tahun 2009. Beberapa karya yang telah dihasilkan oleh kak Miyosi antara lain yaitu: 47 buku, 46 karya suntingan, 28 artikel di media cetak, 610 artikel bahasa Indonesia, dan 153 artikel bahasa Inggris. Nahh menarik kan profil belaiu?? jika ingin tahu lebih lanjut mengenai kak Miyo, silahkan berkunjung kesini.

O iya teman-teman, kalau ngomongin mengenai tulis-menulis bagi pemula, tema ini sangat pas sekali bagi saya yang merupakan seorang pemula dalam dunia kepenulisan. Menulis bagi saya adalah pekerjaan yang susah-susah gampang, kenapa kok banyak susahnya dibandingkan gampangnya? ya karena seringkali saya itu bingung bagaimana caranya memadu-padankan kata dan kalimat hingga menghasilkan tulisan yang bagus, bagaimana agar tulisan kita diminati pembaca serta memberikan kebermanfatan. Nah seringkali kebingungan itu membuat saya takut untuk menulis, takut salah, takut nggak ada yang mau baca, dan terutama takut untuk memulai. Padalah kalau mau menulis ya tinggal menulis saja, masalah ada tidaknya pembaca, nanti bisa datang sendiri kalau memang tulisan kita bagus dan berkualitas. Lalu bagaimana cara menghasilkan tulisan yang baik dan berkualitas?? Yakni dengan cara terus belajar (stay foolish stay hungry) dan sering berlatih (Pratice makes perfect!).

Menurut kak Miyo ada 2 langkah utama untuk menjadi seorang penulis pemula yaitu TEORI dan PRAKTIK. Teori dibutuhkan supaya kita tidak menjadi penulis yang asal-asalan (misal menggunaan bahasa alay). Menulis yang baik adalah menulis yang kata-katanya sesuai dengan PUEBI, bahasanya mudah dipahami, memberikan pengetahuan bagi pembaca, dan tidak plagiat. Teori-teori mengenai kepenulisan bisa kita dapatkan dari mana?? Tentunya dari belajar dong, bisa belajar secara otodidak, belajar melalui kelas online/offline, dan juga belajar dengan cara ikut komunitas menulis (ini nih biasanya yang paling bagus, karena di samping dapat ilmu kita juga dapat teman yang satu frekuensi, sehingga bisa menularkan semangat positif menulis). Kemudian yang selanjutnya adalah Praktik, semakin banyak praktik semakin banyak pengalaman, semakin bagus tulisan. Ibarat pisau (semakin terasah semakin tajam), jam terbang menulis yang tinggi juga membuat tulisan-tulisan kita jadi terasah semakin baik dan berkualitas. Praktik menulis ada beragam macamnya, antara lain: bisa melalui menulis blog (seperti saya hehe), ikut lomba, jadi kontributor, jadi penulis konten website tertentu, bergabung dengan agen naskah, ikut grup yang menawarkan job menulis, dan memanfaatkan media sosial untuk show off tulisan-tulisan kita.

Selain itu ada beberapa tips tambahan bagi kita para penulis pemula, yang pertama yakni agar karya kita diminati pembaca (menulislah dari hati-karena sesuatu yang berasal dari hati akan sampai pula ke hati, dan menulislah sesuatu yang bermanfaat bagi pembaca). Yang kedua, hindari kesalahan menulis seperti menganggap pembaca tidak tahu apa-apa, tetapi lebih biarkan tulisan mengalir dan ajak interaksi pembaca di dalamnya. Yang ketiga, agar menghemat waktu dalam menyelesaikan tulisan tipsnya adalah nulis dulu, endapkan, edit kemudian, dan satu lagi jangan nulis mepet deadline agar punya waktu untuk memperbaiki tulisan kita.

Nahh, itu tadi adalah beberapa ilmu yang saya rangkum dari hasil sharing session oleh TJI bersama kak Miyosi Ariefiansyah mengenai Tips menulis bagi pemula, semoga bermanfaat ya teman-teman.. Wassalamu’alaikum.



Jumat, 01 Februari 2019

Prinsip SMART, Cara Membuat Resolusi 2019

20.09 2 Comments


Tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu! pun bagi saya untuk memulai menulis (lagi) setelah sekian lama vakum. Jujur niat sudah ada sejak lama ingin mengisi lagi blog ini, tetapi selalu saja dikalahkan oleh rasa malas. Semoga niat baik akan berakhir baik pula nantinya. Bismillah, tulisan perdana saya di awal bulan ini semoga bisa mengantarkan saya untuk lebih konsisten belajar, utamanya belajar menulis (maaf kepanjangan curhatnya hehe).

2019
Tak terasa sudah genap satu bulan kita lalui di tahun 2019 ini, rasanya seperti baru kemarin saja merayakan awal tahun baru, eh tiba-tiba kok sudah sebulan aja sihh. Waktu berlalu begitu cepatnya, hingga rasanya saya hampir ketinggalan. Tetapi meski begitu, bagi saya tidak ada kata terlambat untuk memulai, pun membuat resolusi untuk tahun 2019 ini. Hari ini 1 Februari 2019, mengawali bulan baru di tahun yang baru ini, yokk kita sama-sama bikin resolusi baru (buat yang belum bikin) dan yokk kita perbaiki dan tambah resolusi kita (bagi yang sudah punya resolusi).

Saya akan awali dengan pengertian resolusi. Apa sih resolusi itu?? bagi saya resolusi adalah ‘hope’ atau harapan, harapan yang harus kita wujudkan menjadi kenyataan, sehingga bukan hanya jadi wacanya saja nantinya. Tetapi seringkali resolusi hanya sekedar resolusi belaka dan kadang hilang begitu saja tanpa ada wujudnya (semacam formalitas awal tahunan saja).

Lantas bagaimana supaya resolusi tak hanya wacana?? ya diwujudkan (melalui usaha, kerja keras, dan diiringi dengan doa). Tetapi ternyata di samping itu semua, ada satu hal sederhana yang juga jadi penentu keberhasilan resolusi kita. Apa itu?? yakni cara kita menuliskan resolusi itu.

Menurut sumber-sumber yang pernah saya baca dan video yang saya tonton di youtube, alasan resolusi kita jarang terwujud adalah karena kesalahan kita menuliskannya. Kok bisa, lalu bagaimana sih caranya membuat resolusi yang benar?? Nah, salah satu kunci supaya resolusi kita dapat menjadi kenyataan adalah tulis lah resolusi kalian dengan tepat dan detail.

Masih bingung gimana maksutnya??
Jadi begini, menurut yang saya rangkum dari video kak Arry Rahmawan (bisa tonton disini), untuk membuat resolusi yang baik itu ada yang namanya prinsip 'SMART'. Apa itu prinsip SMART??
S= Spesifik, resolusi kita harus jelas. Misal, ingin mendapatkan IP 3,5.
M= Measurable, resolusi kita terukur. Jadi tidak asal-asalan Saja ingin dapat IP 3,5 tetapi kita juga harus dapat mengukur kemampuan kita. Misal, semester lalu kita berhasil menaikkan IP sebesar 0,5.
A= Achievable, pencapaian yang pernah kita capai. Misal dari keinginan IP 3,5 tadi, kita dapat mengukur kemampuan kita dengan melihat IP kita di semester sebelumnya. Misal, IP di semester sebelumnya 3,45 (masih memungkinkan untuk mencapai IP 3,5)
R= Realistik, Sesuaikan dengan kondisi kita. Misal kita udah lihat catatan perjalanan kita di semester sebelumnya (memungkinkan atau tidak mencapai target yang kita inginkan, jika memungkinkan silahkan lanjutkan) intinya jangan muluk-muluk membuat resolusi. Kalau sudah sesuai, langkah selanjutnya adalah tentukan bagaimana cara atau strateginya supaya dapat mencapai target tersebut. Misal dengan menambah jam belajar selama 2 jam pehari.
T= Time limit, beri batas waktu. Biasanya kita akan lebih semangat kalau ada deadline, jadi kita tidak terlalu bersantai hingga lupa waktu. Misal ingin dapat IP 3,5, ingin dapatnya itu kapan, kita kasih contoh di semester 3 (harus jelas waktunya).

Kalau di rangkum menggunakan prinsip SMART di atas kurang lebih jadi seperti ini resolusinya:
‘Saya ingin mendapatkan IP 3,5 di semester 3 dengan cara menambah jam belajar 2 jam perhari. Semester lalu IP saya meningkat sebesar 0,5, semester ini saya pasti bisa meraih target saya’.

Nah kurang lebih seperti itu rumusnya ya teman-teman dalam membuat resolusi atau target hidup yang baik menurut kak Arry Rahmawan. Semangat semoga semua yang kita targetkan di tahun ini dapat terwujud.. aamiin.

Disini saya akan berbagi sedikit target yang ingin saya wujudkan di tahun 2019 ini sebagai contoh hehe, sebagai pengingat dan penyemangat juga sihh kalau nantinya saya lagi down atau merasa kehilangan semangat. Mau tahu gak nihh?? (gamau tau juga gapapa hehe) Langsung aja dah yaa..
Yang pertama, Saya ingin SIDANG SKRIPSI sebelum hari raya Idul Fitri dengan cara harus rajin bimbingan (min. seminggu sekali) dan rajin mengerjakan revisian (min. 1 jam setiap hari) serta tidak boleh malas melakukan penelitian.
Yang kedua, Saya ingin AKTIF NGEBLOG (lagi) tahun ini dengan cara harus posting tulisan min 2x dalam satu bulan (kalo bisa setiap minggu 1 tulisan).

Saya kira cukup itu dulu yang dapat saya sampaikan ya teman-teman, semoga bermanfaat, mohon maaf apabila ada kekurangan (karena masih baru mau belajar nulis lagi yang baik dan benar). Silahkan bagi yang mau memberi kritik dan saran atau sekedar menyapa, boleh tinggalkan pesan di kolom komentar.
Terimakasih J