Setiap awal pasti akan ada akhir, begitu
pula setiap pertemuan pasti akan ada yang namanya perpisahan. Entah terpisah
oleh jarak dan waktu atau terpisah oleh
takdir yang memang seharusnya..
Minggu, 18 Desember 2016
Selasa, 14 Juni 2016
Tidak ada kata terlambat untuk belajar, begitu pula
untuk belajar mengaji. Bagi kebanyakan orang yang usianya sudah tak muda lagi
pasti akan merasa kesulitan untuk belajar mengaji, apalagi jika belajar
ngajinya dengan metode yang biasa diterapkan saat kita kecil, pasti akan tambah
susah. Kita saja untuk khatam iqro’ butuh berapa tahun? hingga lulus SD atau
bahkan hingga masuk bangku SMP, begitu susah dan rumit rasanya jika kita
melihat masa-masa kita dulu belajar mengaji. Namun kini tak perlu susah-susah
lagi untuk belajar mengaji. Satu kali pertemuan pun sudah bisa huruf arab
sambung dan inshaAllah dalam 7x pertemuan sudah bisa membaca Al-Qur’an,
subhanallah..
Lho kok bisa? Gimana caranya?
Kalau menurut saya pribadi ada iya nya pun ada
tidaknya. Apa yang membuat kita merasa sulit? Karena kita malas dan tidak bisa
membagi waktu serta menempatkan waktu dengan baik. Contoh, saya sedang menjalani hobi baru yaitu menulis, pada mulanya sudah semangat dan yakin akan bertahan
bisa menulis tiap hari di blog, tapi pada prakteknya ternyata lumayan susah
juga (hehe), karena apa, seringkali saya merasa terbentur dengan tugas kuliah
hingga seperti tak ada waktu untuk menulis, berarti saya belum bisa membagi waktu antara tugas dan hobi. Seringkali
juga rasa malas itu menghantui hingga rasanya mau menulis itu susah dan
akhirnya memilih tidur saja (artinya saya belum bisa menempatkan waktu dengan
baik).
Jadi, masalah terbesar dari sulit konsisten adalah berasal
dari saya atau diri kita sendiri. Lalu bagaimana untuk
mengatasinya?
Minggu, 12 Juni 2016
Banyak
hal yang telah kita lalui dalam hidup kita hingga kita bisa menjadi seperti saat
ini, sudahkah kita mensyukurinya? Jangan pernah lupa untuk bersyukur ya sahabat,
karena bagaimanapun setiap kesuksesan yang kita raih itu adalah kekuasaan dan nikmat dari
Allah. Namun terkadang tanpa kita sadari kita masih sering mengeluhkan hidup
kita, masih saja merasa kurang atas segala apa yang kita miliki. Padahal jika
kita mau sedikit saja merenung, sedikit saja menengok ke bawah. Ternyata masih
banyak orang yang hidupnya jauh di bawah kita, lebih susah daripada kita, namun
bisa lebih bahagia daripada kita. Mengapa mereka bisa lebih bahagia?
Sabtu, 11 Juni 2016
Sultan Muhammad Al-Fatih atau dikenal
juga sebagai Sultan Mehmed II. Beliau dikenal sebagai
tokoh penakluk kerajaan Byzantium atau Konstantinopel. Nama Muhammad Al-Fatih
(الفاتح) yang berarti “Sang Penakluk” merupakan
gelar yang diberikan kepada beliau berkat keberhasilannya menaklukkan Konstantinopel.
Beliau lahir di kota Erdine, ibu kota Daulah Utsmaniyah (saat itu), pada tanggal 27 Rajab 835 H/30 Maret 1432 dan wafat pada tanggal 3 Mei 1481. Beliau
merupakan putra dari Sultan Murad II yang merupakan raja keenam Daulah Utsmaniyah. Al-Fatih ialah seorang sultan Turki Utsmani yang telah berhasil menaklukkan Kekaisaran Romawi
Timur. Mempunyai kepakaran dalam bidang ketentaraan, sains, matematika &
menguasai 6 bahasa saat berumur




